Rabu, 24 Maret 2021

20 Kumpulan puisi terbaik karya Indonesia 2021/2020/2022

 Halo gaesss. 

Kali ini mimin akan bagikan 20 kumpulan puisi terbaik tahun ini. Simak baik baik. Isi dalam puisi ini pun bermacam bermacam-macam mulai dari puisi cinta, puisi kehidupan, puisi romansa, puisi kerinduan, puisi ketuhanan.. dan lain-lain. 

perlu diketahui, puisi-puisi ini adalah kiriman teman-teman dari Grup Facebook GEMA PUISI QOLBU yang mana telah berdiri sejak 26 Maret 2020. semoga menghibur

Semoga Bermanfaat . . . .

Langsung saja,  Cekicrot. .     



1.  BUKAN DIA

oleh : Nur Asyifa


Luka ini tak terlihat!!!!

Namun sakitnya sungguh sangat luar biasa!

Bagai di tikam tombak yang tumpul dan berkarat


Hingga rasa sakitnya sangat terasa

Aku diam!! Tanpa kata

Luka yang tak terlihat, namun bernanah kebencian


Aku benci akan diriku, mengapa harus mengenalmu!

Kau paksa sekuntum bunga

Untuk selalu senyum di sisimu


Tapi apa yang kau beri!

Hanya rasa sakit yang tak berkesudahan


Tapi aku bukan dia

Aku tak se lemah yang kau kira

Akulah bunga yang tumbuh di kelilingi oleh ilalang beracun


Aku bukan dia


2. Kertas Hati

Oleh : Kaka Izzi Izzi

Ku tulis kan pena di bibir kertas yg menyapaku indah

Ku goresan dengan sentuhan kata hati ku yg paling dalam

Ku tuangkan tinta emas di tiap baris kata yg ku suguhkan


     Ku beri warna cinta yg tiada akhir

Ku beri rasa madu dalam relung hati

Ku beri sanjungan di tiap karisma mu yg menawan

Ku beri satu hati tuk ingin menyatuhkan


    Karna kau lah selembar kertas yg tau apa kata hatiku

Karna kau lah madah buat ku damai dan nyaman 

Karna kau lah pelengkap penaku bersinggah

Karna kau lah senyawa satu hati untuk selamanya


     ( kertas dn pena) Kaka Izzi Izzi/ zy


3. DERMAGA CINTA

Oleh : Joko Aris Gawat Priyanto


Gelombang alun samudra

Silih berganti sampai akhir dunia

Seperti rasa cinta ku padamu

Tak kan lekang dimakan waktu


Di dermaga ini kita berjanji

Setia dalam cinta yang suci

Saat aku ingin pergi

Tinggalkan dirimu sendiri


Aku pergi hanya sementara

Untuk mencari kerja di negeri tetangga

Untuk mewujudkan impian kita berdua


Bersanding di pelaminan cinta

Namun dirimu ternyata

Tak sabar menunggu aku kembali

Saat ku pulang kau sudah ada yang memiliki


Dermaga cinta kita

Ternyata hanya sebuah persinggahan

Kapal cintaku masih tetap berlayar

Di lautan cinta yang tak berujung pangkal


Sampai kapan aku tak tahu

Kapal cintaku berhenti dan tak berlayar lagi

Ataukah setelah kutemukan penggantimu

Yang meninggalkan diriku dalam pilu


Mungkin sudah jadi takdirku

Tak bisa bersanding dengan dirimu

Dalam ikatan pernikahan suci 

Yang kita impikan dahulu


Hanya sebatas doa untukmu

Kau temukan bahagia sejati mu

Biarlah aku menjemput bahagia ku

Sampai ku temukan penggantimu


Dermaga cinta ini sebagai saksi

Cinta suci tanpa memiliki

Cinta suci tanpa tapi

Cinta tanpa ada rasa benci


Klaten , 23 Maret 2021




4.  MANA SUARAMU 

oleh Kidung Kesunyian Jancuk

Mana suaramu, tuan ....

Dulu dengan lantang kau menyuarakan   

Bahwa aku banyak kesalahan  

Dimana letak kesalahan yang kau suarakan  


Kenapa aku sudah tidak dengarkan  

Suara nyaring menggema ditelinga

Saat ini sepi ya tanpa aku

Upsss .... aku lupa sudah ada dia disampingmu 


Kau yang dulu dihormati, disanjung, dipuja dan disegani  

Sekarang melempem seperti krupuk kena angin  

Oooh yaa .... aku mau bilang 

Kalau semua itu ada masanya ada saatnya  


Tidak ada yang abadi didunia ini 

Semua hanyalah sementara  

Ingatlah akan kematian 

Bekal yang dibawa hanya amal selama hidup didunia  


Cirebon, 17 Maret 2021


5. .RINDU NAN SUNYI DI UJUNG BEKU

Pagi menyapa penuh gairah
Melatih mekar berbagi wangi aroma
Mentari pagi berkilau keemasan sangat indah
Melodi dalam satu nada dan irama
Begitulah alam meyatukan berjuta warna
Hingga sedap terpandang mata
Aku tetap merasa sepi
Pada ujung rindu nan sunyi
Aku menanti untuk saling menatap kembali
Rindu begitu sunyi pada padang pengharapan
Gersang pada rasa tak bertuan
Memeluk mimpi tiada berteman
Rindu menghadirkan rasa kelabu
Dingin hingga hati begitu beku
Menanti dalam sunyi rasa jadi kelabu
Terus harus bagaimana memahami segala rasa
Bila tak berbalas segala sapa
Sendiri aku
peluk
rasa
Krian 24 Maret 2021
Ujung GSM


6. SETEGAR BATU KARANG

oleh Ke'mala Sari

Begitu banyak rintangan
Perjalanan cinta penuh tantangan
Riuhnya suara perbedaan
Namun kutepis dengan kesabaran
Kita pun saling memahami
Karena bukan hidup kalau tanpa cobaan
Kita bersama kuat kan tekad, terus berjalan
Lewati hari langkahi semua jurang penghalang
Namun cinta kami setegar batu karang
Walau badai gelombang menerjang tetap bertandang
Tak gentar ombak pun menghantam
Namun pendirian kita tetap berpegang
Janji bersama tetap terikat
Tank kan putus walau duri menghasut
Tetap bersama walau rintangan menjerat
Cinta kita tetap setegar batu karang di sana
Garut, 24 Maret 2021


Kembali ke Barat

oleh Kasandra Pamela Anjarani

Kasandra Pamela Anjarani
Aku melangkah pulang
Ke matahari tenggelam pelangi jenguk peraduan
Siapa menunggu di depan pintu?
Matanya menatap ragu
Dan bibir rapat ter-gagu
Tiada sodoran bunga
Bakung rekah masih berendam
Di kolam asing bercengkrama desir air
Sebatang rumput alang dironce
Jadi palang pintu bersilang
Mungkin bukit masih menyediakan dangau
Tempat burung mengasingkan diri menyisir bulu masa lalu
Melati tumbuh hanya syair waktu yang pergi
Dan aku melempar nafas lelah
Barat serupa sel berjeruji kenangan
Berkunci karat di terpa hujan tahunan
Tanganku teramat gemetar memutar anak kunci keresahan
Sungguh pelangi yang ingin kutemui
Tenggelam ke dasar danau beriak porak poranda
Haruskah Timur jauh menjadi tempat bertapa
Mengubur kisah tentang cucu adam yang tak bisa lagi jumpa di padang Arafah
Setiabudi, 23.03.2021

RINDU TAK BERBINGKAI ASMARA

oleh Lilik Puji Astutik

Tak terpejam jua netra
Saat rindu mulai mengoda
Walau tak pernah kasmaran aku memuja
Menghadirkan dalam setiap aksara
Rindu tak berbingkai asmara
Sungguh sakit menikam jiwa
Mengapa kita harus berjumpa
Bila akhirnya aku harus terpesona
Pesonamu mengingkat rasa
Hingga membuat aku mengila
Ingin selalu berjumpa
Walau hanya dalam ilusi belaka
Rindu tak berbingkai aksara
Rasa ini sangat menyiksa
Bagaimana melepas semua rasa
Agar jiwa tak lagi mendamba
Ingin mengakhiri tak semakin menjadi
Ingin melupakan semakin melekat di hati
Sungguh rasa ini menyiksa diri
Hingga aku hanya sanggup menghias diksi
Krian 21 Maret 2021


9. HARAPANKU

Sirami aku dengan kasihmu
Rawat cintaku untukmu
Saling berbagi satukan rasa
Tetap saling percaya
Jadikan aku bunga hidupmu
Hiasan di kamar hatimu
Ikatan cinta takan terlepas
Bila saling menjaga
Kau terindah yang pernah kumiliki
Temaniku bernyanyi
Kau terindah yang ada di hati selamanya
Seperti embun di pagi hari
Sejukan rasa di hati
Seperti bintang di malam hari
hiasi langit hariku
Wonosobo-Majalengka, 23Maret 2021


10. Thingking of You

oleh Samudro

Namun mampu berbicara dengan luhur
Mataku tak mampu menatapmu dengan jujur
Namun diragaku ada wajahmu yang selalu menghibur
Bukan karna siksa yang membuatku melara
Tapi rinduku padamu yang sering bergelora
Bukan karna sakit air mata ini yang menitis
Tapi karna gembira yang tak mampu aku tepis
Dalam setiap degup jantungku
Hanya ada namamu yang aku seru
Ditiap detik-detik jam berlalu
Hanya cintamu yang aku perlu
Setiap waktuku memikirkanmu
Setiap hari kumengenangmu
Tiada sekalipun wujud rasa jemu
Andai deritaku bisa membuatmu bahagia
Aku rela sengsara melanda
Andai tangisanku mampu mengukirkan senyumanmu
Aku gembira melakukannya demi dirimu
Karna bagiku yang terindah hanya untukmu
Melupakanmu tiada dalam kamus hidupku
Sebab aku di lahirkan untuk menyenangkanmu
Kini aku bersembahkan rasa cinta tanpa syarat
Ku ukirkan rindu walau jauh dari ragamu
Ku abadikan namamu disetiap detak nafasku
Pentingnya dirimu dalam hidupku
Hingga mustahil bagiku melupakanmu
Untuk hari ini,esok dan selamanya
Hanya itu yang perlu engkau tau
17 : 55
KENDARI/21/03/21
E.C.SATRIA SAMUDRA


11. DISEBALIK RINDU

oleh Srikandi Galuh Pakuan

Rindu bertamu
Tanpa ku jemu
Terpahat kukuh dihati ku
Disebalik nya tersimpul rapi kasih dan kebahagiaan ini
Walau berduri
Ku tempuhi
Bersama kesetiaan
Tiada kan luntur disetiap arah penjuru kerinduan ,,,,,,,,
Rindu ku semakin mendalam
Cinta sejati digenggam erat
Tikar kerinduan terus terpahat
Usah lah sunyi sepi tanpa kerinduan yang telah engkau beri,,,

12.SENGAJA KU BUKA TIRA KASIH DALAM SAJAKKU

oleh : Kaka Izzi Izzi

Ku armadakan dalam ungkapan rasa di hati
Ku buka hati di tiap baris bait yg tertulis
Untuk menghibur yg menghayati lisanku sendu maupun bahagia
Kau pun terasa sejuk dn damai dalam hati
Kau pun terasa menari dan ria dalam barisan baitku
Kau pun terasa terkapar indah dalam taman surgawi
Kau pun terasa senyawa dengan apa yg kau dalam isi puisi
Ku pun tersentak dengan tanya kau berkata
Aku yg lunglai dalam simponi indah dalam kisah di sajakmu
Aku yg terbakar api asmara kasih yg kau suguhkan di puisi indah mu
Apa yg kau ingin dengan memeluk hati di tiap di singgahnya puisi mu
Dan apa yg kau ,apakah kau semua ingin miliki
Ku memang iya yg kau tanyakan dalam api asmara
Ku memeluk hati yg singgah bukan berarti ku ingin semua ku miliki
Tpi ku ingin jalin silatuhrami
,dan terhibur hati yg pernah merasakan di sajak indah ku
Karna ku butuh masukan dan sentuhan kata
Untuk memahami perjalanan kisah cintaku yg telah lama padam
Dan bila hati ini mungkin bisa sama dengan yg kau rasa dan senyawa
Ku kan berlahan coba kenalmu lebih dalam
Agar ku tak jatuh ke lubang jarum yg sama
Agar ku bisa merasakan cinta abadi dan sempurna
( sebuah pengakuan)
Kaka
Izzi
Izzi
/ zy

13. Tentang Cahaya Hilang

oleh Kasandra Pamela Anjarani

Kasandra Pamela Anjarani
Malam tadi
Purnama menghilang
Ada bintang berkaca di cermin danau
Bertanya seberapa jarak mengejar
Jawabnya desir angin lalu
Kodok yang sembunyi
Menata air mata melihat leleh luka
Malam tadi
Lentera hati padam
Percik api dicuri malam sunyi
Cempor penghangat kamar berkata
Bara pergi ke tilam senyap
Ikan sapu-sapu terpaku
Menyulam repihan rapuh
Malam tadi
Kita tak lagi melagu
Menyimpan semua nyanyian diam
Ada tunduk tekuk kepala
Menjatuhkan semua binar mata
Barangkali dua hati kita berupaya
Menata susunan penerang redup
Bertemu pagi hari
Di sisa kabut kauketuk derit pintu hatiku berkarat
Butuh waktu lama lumasi retakan
Hingga suara luka tak memekik nyaring
Sampai kau beranjak
Kunci tak pernah kuputar, sungguh
Aku benci cahaya pagi di matamu
Cikole Lembang, 20.03.2021


14. Membingkai Resah

Aku coba untuk kembali menulis pada selembar malam yang membisu, mengaburkan semua ingatan yang mulai memudar tersiram rintik hujan senja tadi
Apalah arti diriku yang hanya secuil desah, mencoba menggapai harapan dalam himpitan.
Pikiranku berlari mengejar waktu yang terus melaju tanpa henti. Ketika kutersadar ternyata tubuhku tertinggal diam dalam hening tanpa sekat tanpa dinding
Jiwaku berkata: hai tubuh lemah tanpa daya, masihkah kau merasa jemawa, atas segala pongah yang ada.kenapa tak kau cumbui saja amarahmu yang dulu perkasa atau tak kau puja egomu yang dulu merajai daksa
Tubuh ini pun berkata: wahai jiwa kau lah tempatku menaruh rasa tanpamu duka dan cinta tiada kurasa
Tanpa adanya diriku kau bukan siapa-siapa
Halus dan kasar tiada guna
Wahai jiwa yang terlupakan bersemayamlah dalam dada hingga waktunya tiba. Kau dan aku pergi bersama menjemput cahaya di atas cahaya
06/02/21

15. Duri penghalang

oleh Djagad Satria

Duri-duri berserakan lembut menusuk perlahan
Menghujam di tiap pijakan
Menembus jejak-jejak harapan
Seakan tiada rela melihat sebuah senyuman
Tirai-tirai kebencian menutupi ketulusan
Menumpas rasa percaya dengan keangkuhan
Hasrat terhulus tajam demi sebuah tujuan
Tanpa terfikir ada hati rintih kesakitan
Sarungkan ego dalam kesabaran
Agar tak banyak tumbang
Pengukir kerinduan
Biarkan langkah leluasa menjemput kebahagiaan
Bersama pergerakan waktu meniti suratan
Jember, 22 maret 2021


16.  SYUKUR NIKMAT BUKAN KUFUR NIKMAT

oleh Arfi Quotes Makna Cinta

         Jangan berharaf akan indah pada waktunya
            Karna keindahan tidak selamanya hadir
            Diakhir impian dan harapan kita
             Sejatinya keindahan itu selalu kita dapati
            Setiap harinya bahkan setiap hembusan nafas
            itu adalah keindahan amat luar biasa
            Hanya saja kita yang tidak pandai bersyukur
            Menerima qodho dan qodarnya
            Yang sudah digariskan sang khaliq
            kepada kita selaku hambanya
            Bogor 21 maret 2021
            Arfi   ,Sasa Ri


17. MENGEJAR MIMPI

oleh Abiu Adyasa Jayadwipa

--------------------------------












Cahaya scintillation di tengah malam
Menyambut jiwa penuh ambisi
Mulai langkah pernikahan
Masa depan yang cerah ditunggu
Aku mulai dengan langkah yang pasti
Menatap cahaya matahari
Denyut nadi gencar
Melangkah kembali lebih kuat hatiku
Mengharapkan cita-cita
Altrough, saya bepergian, meskipun demikian
Tetap menjadi bintang ornamental tinggi
Aku akan terus menggapainya
Jutaan langkah untuk mencapainya
Menutupi area lautan manis
Tidak apa-apa
Akan ku raih semua impian
Malang, 21 Maret 2021


18. KETIKA RASAKU TERABAIKAN

oleh : Kaka Izzi Izzi

Rinduku terbuang di dalam jurang hampa
Cinta yg dulu indah kini luluh lantak
Oleh ketidak jujuranmu meniti kasihku
Ku rasa bagai lagu tak berirama
Ku rasa syair indah tak menyentuh bait yg tersungguhkan
Cinta ku menguap dan tak berbentuk lagi
Mungkin cinta akan mampu jadi sempurna
Ketika semua impian ku sirna di telan waktu yg berjalan

19. GERSANG TAK BERTUAN

oleh Lilik Puji Astutik

Pucuk-pucuk cemara menari
Mendesah sendu membelah sunyi
Angin semilir juga menemani
Saat kutilang kecil mulai bernyanyi
Sepi sunyi tak berpenghuni
Pagi dalam alunan kalam suci
Meminta dalam seribu doa
Untuk menghapus semua dosa
Hari terasa begitu gersang
Saat hati tak bertuan keinginan pun terbang
Mengembara pada ketidakpastian
Hingga hanyut dalam kepedihan
Simpang jalan tak juga terlewati
Terus bimbang dalam buaian sunyi
Melangkah atau kaki terhenti
Saat gelap menutup netra ini
Bimbang dalam dilema
Merenung tak jua berasah
Lalu kemana kaki akan melangkah
Bila nafas tersendat tersungkur dalam lelah
Pasrah pada takdir ini
Persimpangan tak jua terlewati
Fatamorgana kian menemani ilusi
Akhirnya aku hanya pasrah pada kuasaMu ya Ilahi Robi

20. Jangan Puas Diri 

oleh Zulkarnaen





Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan part 18

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 18


Adam masih melamun diruang kerjanya sembari memainkan pulpennya. Fikirannya terus pada Indah yang selalu menuntut ingin diakui. Mana mungkin dia akan menceritakan masa lalunya yang kelam pada Aisyah, bisa2 dia kehilangan gadis yang dengan susah payah dia dapatkan.


"Indah, maafkan aku Indah...aku gak bisa cerita semuanya pada Aisyah," gumam Adam. Dia tampak bingung harus berbuat apa, bagai memakan buah simalakama...


"Triiing" tiba2 bunyi telepon mengejutkannya, hingga pulpen yang sedari tadi dimainkannya terjatuh dikolong meja kerjanya. "Ya" jawab Adam begitu mengangkat telepon.


"Maaf Pak, ada yang ingin bertemu dengan Bapak," kata resepsionis memberitahu.


"Siapa?" Tanya Adam singkat.


"Namanya Bapak Daffa," jawab resepsionis itu.


"Daffa" Adam tampak berfikir, sepertinya dia tidak mengenal seseorang yang bernama Daffa. "Suruh masuk," kata Adam kemudian.


Sembari menunggu orang yang bernama Daffa itu, Adam mengambil pulpennya yang tadi terjatuh. Dan...deg...jantung Adam berdegup dengan kencang saat dia melihat kekolong meja kerjanya, ada darah disana. Adam mengurungkan niatnya, tapi karena rasa penasaran, kembali dia melihatnya. Tidak ada apa2, yang ada hanyalah pulpennya yang tergeletak disana. Dan segera Adam mengambilnya.


"Tok tok tok" terdengar ketukan dari pintu. Mungkin ini orang yang bernama Daffa, pikir Adam. "Masuk" kata Adam sembari melihat kearah pintu.


Setelah dipersilahkan, pintu dibuka dari luar dan masuklah seorang laki2 yang sepertinya Adam pernah melihatnya, tapi entah dimana dia tidak ingat.


"Selamat siang Pak Adam" sapa orang itu.


"Selamat siang," jawab Adam sembari mengingat2 dimana dia pernah bertemu orang ini. "Silahkan duduk" Adam mempersilahkan.


Sebelum duduk, orang itu memperkenalkan dirinya. "Perkenalkan Pak Adam, saya Daffa," ucapnya sembari mengulurkan tangannya, Adam segera menjabat uluran tangan orang yang bernama Daffa itu. "Kekasih Aisyah," tambahnya lagi. 


Adam terkejut saat orang itu mengatakan bahwa dia kekasih Aisyah. Dengan segera Adam melepaskan jabatan tangannya. "Maaf, anda kekasih Aisyah?" Adam bertanya seolah kurang yakin.


"Betul, saya Daffa kekasih Aisyah. Kita pernah bertemu sekali," jawabnya dengan percaya diri dan meyakinkan. "Walaupun pertemuan kita yang pertama meninggalkan kesan yang kurang mengenakkan," sambung Daffa.


"Maksud anda bagaimana ya, saya kurang mengerti," kata Adam tampak bingung.


"Apakah anda tidak ingat pernah memukul orang dipinggir jalan?" Kata Daffa mengingatkan.


"Oo jadi anda orang yang mengganggu Aisyah ya?" Kata Adam sambil mengangguk. "Perkenalkan, saya kekasih Aisyah yang baru," ucap Adam sembari mengulurkan tangannya.


"Anda jangan macam2 kalau tidak ingin menyesal," ancam Daffa dengan wajah yang memerah menahan amarah.


"Jangan mengancam saya ditempat saya, silahkan anda keluar sebelum saya panggil security," Adam balas mengancam.


"Baik Pak Adam, tapi urusan kita belum selesai," jawab Daffa kemudian pergi keluar dengan membanting pintu.


Adam memandang pintu yang dibanting oleh Daffa. "Sia**n" teriak Adam sembari memukul meja. Wajah putihnya memerah, dia tampak sangat marah. "Aisyah, apa benar kamu ada hubungan sama si Daffa itu," ucap Adam lirih.


**********


Diperjalanan pulang, Adam lebih banyak diam. Dia masih memikirkan Daffa dan pengakuannya tadi. Apa memang Daffa dan Aisyah mempunyai hubungan? Apa dia dijadikan pelarian oleh Aisyah?


"Mas Adam," Aisyah memanggil.


Adam hanya menoleh tanpa menjawab, kemudian pandangannya kembali lagi pada jalan yang dilaluinya. Pikirannya masih kacau dan penuh tanda tanya. Dia berfikir hanya dia yang mempunyai rahasia, ternyata Aisyah juga menyimpan sesuatu yang tidak diketahui olehnya. Ternyata prasangkanya selama ini benar, Ada yang dirahasiakan darinya.


"Mas" Aisyah kembali memanggil karena merasa tidak digubris.


"Iya sayang..." Adam menjawab sambil tersenyum, dia berusaha menutupi kegalauannya. "Kenapa?" Tanyanya kemudian.


"Kelihatannya gak seperti biasanya?" Kata Aisyah tampak curiga.


"Gak ada yang berubah sayang..." jawab Adam masih dengan senyumnya.


"Buktinya panggil aku sayang, biasanyakan gak gitu," kata Aisyah sewot.


"Oo iya ya? Lupa," jawab Adam sambil tertawa. Sementara Aisyah cemberut sembari memukul adam dengan tasnya.


----Next---- part 19


Makin dimari kesan horornya makin hilang ya guys...semoga reader setia saya tidak kecewa 😂😂🙏🙏

Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan part#17

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 17


Adam tidak berusaha menyelidik lebih jauh, walaupun dia tau Aisyah berbohong, ada sesuatu yang dia tutupi. Tapi itu memang haknya, siapalah Adam? Dia bukan siapa2 yang harus tau semua tentang masalah dalam hidup Aisyah. Sesekali Adam melirik gadis disebelahnya itu, gadis itu masih tertunduk sembari memainkan ujung hijabnya.


"Mas Adam," tiba2 Aisyah membuka suara tanpa memandang keorang yang dia ajak bicara.


"Ya" jawab Adam sembari menoleh kearah Aisyah yang masih saja menunduk.


"Apa Mas benar2 serius sama aku?" Tanya Aisyah masih dengan menunduk.


"Apa Mas tidak kelihatan serius?" Adam balik bertanya. Dia menatap gadis itu dengan seksama, kemudian kembali fokus melihat kejalan.


Aisyah memandang Adam sekilas kemudian kembali menunduk. Dia nampak sedang menyusun kata2. Lama dia terdiam dan sesekali melihat keluar jendela. "Mas bisa berjanji bahwa Mas tidak akan mengecewakan aku?" Kembali Aisyah bertanya.


"Aisyah, sebisa mungkin Mas akan menjaga kepercayaan dan kesempatan yang kamu beri, Mas janji," jawab Adam meyakinkan.


"Nanti saat jam makan siang temui aku dikantin Mas," kata Aisyah.


"Oke" jawab Adam sambil mengangguk.


**********


Adam tampak serba salah diruang kerjanya, dia kelihatan tidak sabar menunggu jam makan siang tiba. Entah apa yang akan dikatakan Aisyah, tapi dia yakin Aisyah akan menerima cintanya. "Aisyah..." gumam Adam sembari mondar mandir seperti setrikaan. Berkas dan surat2 yang menumpuk dimeja kerjanya tidak lagi dia hiraukan. Fikirannya selalu pada Aisyah, Aisyah dan Aisyah. Gadis itu sungguh membuatnya gila.


**********


Aisyah duduk disudut kantin sembari meminum es teh yang dipesannya. Sesekali dia melihat ke jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Adam belum muncul juga, ingin rasanya dia mengirim pesan melalui ponsel, tapi diurungkannya.


"Aisyah, maaf menunggu," tiba2 Adam datang dengan nafas yang turun naik, nampaknya dia terburu2 saat datang menemuinya. Segera dia duduk dikursi yang ada didepan Aisyah, sehingga mereka saling berhadapan.


"Mas Adam mau makan dan minum apa, biar aku yang traktir," kata Aisyah.


Adam tertawa mendengar perkataan Aisyah, "Masa cewek yang traktir cowok," 


"Kan aku yang ajak Mas kesini," kata Aisyah sambil ikut tertawa.


"Oke, ap tu yu lah..." jawab Adam masih sambil tertawa. Setelah makanan yang dipesan terhidang, mereka berdua segera menyantapnya.


Rasanya Adam tidak sabar menunggu apa yang akan disampaikan Aisyah, tapi dia tidak begitu menampakkannya dengan pura2 sibuk dengan ponselnya.


"Mas" Aisyah memanggil.


"Ya" jawab Adam. Yes, inilah saatnya, semoga saja sesuai dengan yang diharapkannya. Adam memandang wajah Aisyah yang sedang menatapnya. Belum pernah Aisyah menatapnya seperti ini, biasanya juga hanya sekilas kemudian menunduk, atau buru2 menatap kearah lain.


"Mas Adam betul2 bisa menjaga kepercayaanku?" Aisyah bertanya dengan mimik wajah yang serius.


"Mas janji Aisyah," jawab Adam penuh keyakinan.


"Aku ingin mencoba hubungan ini Mas, semoga saja Mas tidak ingkar janji," ucap Aisyah.


"Jadi maksud kamu, Mas diterima gitu?" Tanya Adam seperti orang bodoh. Matanya tampak berbinar dan wajahnya berseri2.


Aisyah hanya mengangguk sambil tersenyum. Adam terlihat sangat lucu dan tidak tampak seperti seorang Manager pada saat ini. Wajahnya....ampun...lucu pake banget 😂😂


"Terimakasih Aisyah," ucap Adam sembari mengulurkan tangannya bermaksud menggenggam tangan Aisyah. Tapi Aisyah buru2 menyingkirkan tangannya dari meja. "Sorry" ucap Adam kemudian. "Mas janji tidak akan mengecewakan kamu," tambahnya lagi.


**********


Kebahagiaan dirasakan pasangan yang baru jadian ini. Sejauh ini tidak ada kendala yang mereka hadapi. Tiba pada suatu malam, saat Adam mengantar Aisyah pulang, tiba2 sosok Indah duduk dijok belakang mobilnya sambil memangku seorang bayi.


Karena terkejut, Adam menginjak rem dengan tiba2 sehingga membuat Aisyah hampir terbentur kaca mobil karena tidak memasang sabuk pengaman.


"Ada apa Mas?" Tanya Aisyah terkejut.


Adam terus melihat kebelakang tanpa mengindahkan pertanyaan Aisyah. Wajahnya tampak pucat dan berkeringat.


"Mas" Aisyah kembali memanggil Adam yang nampak ketakutan.


"Akui aku dan anakmu Dam, itu permintaanku," kata sosok Indah.


"Aku, aku gak bisa Indah," jawab Adam terbata.


"Mas, apa maksudnya? Indah siapa?" Aisyah mencecar dengan pertanyaan. Dia ikut melihat kebelakang karena sedari tadi Adam selalu melihat kearah belakang.


"Akui aku dan anakmu Dam," kembali sosok Indah berkata.


"Aku...aku..." Adam terbata.


"Mas, ada apa sebenarnya?" Aisyah semakin penasaran. Dia yakin ada yang dirahasiakan darinya. Adam menyimpan sesuatu yang tidak diketahui olehnya.


-----Next-----part 18

Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan part#16

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 16


Aisyah menangis mengingat pengkhianatan yang telah dilakukan Daffa kekasihnya yang dulu. Saat pertunangan tengah berlangsung, datang seorang wanita dengan perut yang besar mengaku telah dihamili oleh Daffa. Dalam sekejap mata kebahagiaan berubah jadi nestapa, sakit dan malu yang tiada terkata.


Bayangan hidup bahagia hancur berkeping2 meninggalkan luka yang menganga dan bernanah. Dan luka itu terasa bagai tersiram air garam bila tanpa sengaja harus bertemu dengan Daffa dan anak istrinya. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk bangkit dari kekecewaan dan keterpurukan.


Dan kini, hadir kembali seorang lelaki yang sedikit banyak telah menyita perhatiannya. Lelaki tampan dan mapan yang menjadi atasannya dan banyak dieluh2kan oleh wanita2 cantik dikantornya. Adam, nama itu kini bertahta dihatinya. Suka memang suka, dan cinta sepertinya mulai ada, tapi rasa takut dikecewakan tidak bisa pergi dari benaknya.


"Mas Adam, apakah Mas benar2 tulus mencintaiku? Apakah sudah pasti Mas tidak akan mengecewakanku?" Gumam Aisyah lirih sembari menatap kelangit2 kamar.


"Ungkap kebohongannya Aisyah," tiba2 terdengar bisikan ditelinga Aisyah yang membuat bulu kuduknya meremang.


"Siapa?" Teriak Aisyah sembari mencari2 asal suara. "Kebohongan siapa?" Kembali Aisyah bertanya. Namun tidak ada lagi suara, yang terdengar hanyalah suara binatang malam yang memecah kesunyian.


**********


Dengan langkah gontai Aisyah berjalan menuju kehalte bis, sesekali dia tampak memeriksa ponselnya. Tidak begitu lama setelah dia tiba dihalte, bis yang ditunggu akhirnya datang dan berhenti tepat didepannya. Tidak ada kursi kosong, terpaksa Aisyah harus berdiri.


"Aisyah" tiba2 ada yang memanggilnya dari belakang. Seketika Aisyah menoleh dan hampir saja dia terkena serangan jantung ketika dia melihat siapa yang berdiri dibelakangnya.


"Daffa" gumam Aisyah lirih. Buru2 Aisyah membuang muka dan kembali memandang kearah depan. Dia benar2 tidak menyangka akan bertemu Daffa disini. Jantung Aisyah berdegup kencang seolah akan melompat keluar. Mimpi apa dia semalam sehingga harus bertemu kembali dengan Daffa.


"Aisyah, boleh kita bicara sebentar," tutur Daffa sembari berpindah kedepan Aisyah. Matanya terlihat menghiba dan seolah masih menyimpan cinta yang begitu besar pada Aisyah.


"Maaf, aku gak ada waktu," jawab Aisyah sambil memandang kearah lain. Sakit itu kembali hadir dan begitu menyesakkan dada.


"Aisyah aku mohon," ucap Daffa.


"Enggak" jawab Aisyah agak berteriak sehingga memancing penumpang yang lain untuk melihat kearah mereka berdua.


"Aisyah..."


"No...sorry" tukas Aisyah memotong perkataan Daffa yang belum selesai. "Kiri" teriak Aisyah kemudian pada sopir bis. Setelah menyodorkan ongkos kepada kernet bis, Aisyah buru2 turun.


Tidak disangka ternyata Daffa ikut turun dan mengejar Aisyah yang berjalan menyusuri trotoar. 

"Aisyah, please Aisyah, aku ingin bicara," teriak Daffa.


"Gak ada yang perlu dibicarakan lagi Daffa, kita sudah tidak ada hubungan lagi semenjak dihari pertunangan kita dulu," ucap Aisyah sembari menahan air matanya yang hendak menetes. "Sebaiknya sekarang kamu fokus sama anak dan istrimu, mereka membutuhkanmu," tambah Aisyah.


"Aisyah aku mohon maafkan aku Aisyah," ucap Daffa sembari berlutut didepan Aisyah. Sontak Aisyah menghentikan langkahnya.


"Daffa, apa maksud kamu? Kamu sudah berkeluarga, apa nanti kata orang yang mengenal aku, bisa2 aku dibilang pelakor," kata Aisyah berusaha mengingatkan Daffa.


"Aku tersiksa Aisyah....aku masih sangat mencintai kamu," ucap Daffa sembari menangis dan menggapai tangan Aisyah kemudian menggenggamnya.


"Jangan sentuh aku, lepas !" Teriak Aisyah berusaha melepaskan genggaman tangan Daffa.


Tiba2 sebuah pukulan telak mengenai wajah Daffa hingga membuatnya tersungkur. Daffa berusaha bangkit sambil mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.


"Jangan ganggu dan jangan sentuh Aisyah," ucap laki2 yang memberikan bogem mentah pada Daffa. Laki2 itu tidak lain adalah Adam.


"Mas Adam?" Lirih Aisyah memanggil.


"Siapa kamu, jangan ikut campur urusanku !" bentak Daffa dengan nada tinggi.


"Jika kamu berani menyentuh Aisyah, itu akan menjadi urusanku !" jawab Adam dengan nada tidak kalah tinggi.


Kembali Adam hendak mengirimkan kepalan tangannya kewajah Daffa, tapi Aisyah buru2 mencegahnya.


"Sudah Mas, jangan, cukup," teriak Aisyah sambil menangis. "Ayo kita pergi," ajak Aisyah pada Adam sembari berjalan kearah mobil Adam dan masuk tanpa disuruh.


**********


"Siapa dia Aisyah?" Tanya Adam begitu mobil sudah melaju. Sesekali Adam memandang Aisyah yang tampak masih menangis. "Kamu gak papakan?" Tanya Adam lagi.


"Gak papa Mas," jawab Aisyah sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya.


"Siapa laki2 itu?" Tanya Adam lagi karena merasa pertanyaannya yang ini belum dijawab.


Aisyah hanya menunduk tanpa menjawab, dia bingung harus menjawab apa. Apakah harus dia katakan bahwa itu adalah mantannya yang telah mengkhianatinya??


"Aisyah..." 


"Eee...teman Mas," jawab Aisyah gugup.


-----Next-----part 17

Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan art 15

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 15


Aisyah mengompres memar dikeningnya menggunakan air hangat yang disiapkan oleh Adam, dia tampak meringis menahan sakit. Sesekali juga dia tampak tersenyum karena atasannya yang cool itu sudah beralih profesi menjadi asisten pribadinya.


Sementara Adam hanya memperhatikannya dengan wajah cemas. Gadis itu sungguh telah membuatnya bertekuk lutut dan meletakkan keangkuhan karena ketampanan, kekayaan dan jabatannya. Ironis sekali, seorang playboy tampan dan kaya kini menjadi budak cinta.


"Mas Adam, sebaiknya Mas pulang aja, aku udah gak papa kok," kata Aisyah sembari meletakkan handuk kecil yang digunakannya untuk mengompres memarnya dibaskom kecil berisi air hangat.


"Oke kalau kamu merasa udah baikkan, Mas pulang dulu ya," 


"Iya Mas, makasih ya udah peduli sama aku," tutur Aisyah.


Adam hanya tersenyum dan segera berlalu sembari merogo kunci mobil disaku jeansnya, kemudian menghilang dibalik pintu.


"Mas" tiba2 Aisyah memanggilnya.


Yes, dengan segera Adam kembali melongok kedalam kamar, mungkin Aisyah berubah pikiran dan menyuruhnya untuk tinggal lebih lama.


"Tolong pintu yang rusak karena Mas dobrak tadi dibetulin dulu ya," kata Aisyah sambil nyengir kuda 😁

Oh no....kirain 


**********


"Pagi Pak," sapa seorang security begitu Adam sampai dikantor tempatnya bekerja.


"Pagi" jawab Adam singkat sembari melepas kacamata hitam yang menjadi ciri khasnya. Penampilannya sungguh mengundang decak kagum bagi kaum hawa yang memandangnya. 


Adam langsung menuju keruang kerjanya, diatas mejanya telah menumpuk beberapa map dan surat2. "Huuf" Adam menghempaskan pantatnya dikursi. Dia tampak tidak bersemangat, apalagi dia tau kalau Aisyah tidak masuk kerja hari ini.


Sungguh kehadiran Aisyah sangat memenuhi fikirannya, apalagi pernyataan cintanya belum mendapat jawaban. "Aisyah" gumamnya lirih. Adam terlihat memejamkan matanya berusaha mengusir bayangan gadis itu.


"Kamu belum jujur Dam," tiba2 terdengar suara bisikan.


Adam segera membuka matanya dan menyapu seluruh ruangan dengan pandangan. Dia tampak sedikit ketakutan. "Indah" Adam memanggil.


"Iya Dam, jujurlah...akuikah aku dan anakmu," terdengar suara bisikan lagi.


"Indah, aku mohon jangan Indah, aku gak bisa," kata Adam sembari menoleh kekanan dan kekiri mencari sumber suara. "Aku akan makin sulit mendapatkan hati Aisyah nantinya," tambah Adam.


"Jujurlah...kami hanya ingin diakui," 


Kemudian terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring. Adam menutup kedua telinganya sambil menangis. "Indah, aku mohon Indah, jangan hukum aku seperti ini. Ampuni aku Indah," ratap Adam.


"Tok..tok..tok.." terdengar ketukan dipintu.

"Permisi" suara lembut yang begitu dikenal oleh Adam.


"Aisyah" Adam segera berlari kearah pintu dan membukanya. Benar saja, gadis cantik dengan hijab berwarna biru itu sudah berdiri didepan pintu ruang kerjanya dengan wajah terkejut.


"Mas Adam, kok repot2 bukain pintu?" Tanya Aisyah terheran2.


Yang ditanya hanya bengong seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Gadis itu ada didepan matanya sembari memeluk map didadanya yang selalu tertutup hijab.


"Mas" Aisyah memanggil sambil melambaikan tangannya berusaha menyadarkan atasannya itu dari lamunan.


"Aisyah" panggil Adam lirih.


"Iya Mas,"


"Kok kamu kerja, bukannya Mas suruh istirahat dirumah?" Kata Adam kecewa bercampur bahagia.


"Sudah baikkan Mas, gak betah dirumah gak ada kerjaan," jawab Aisyah sambil tersenyum. Duh...senyumnya itu loh yang menghanyutkan Adam sampai kelaut 😂


**********


Saat jam istirahat, Adam mengajak Aisyah untuk makan diresto seafood seberang kantor.


"Maaf Mas, bukannya aku gak mau, tapi gak enak sama teman2 yang lain," jawab Aisyah, karena sudah sering dia mendapat sindiran dari teman2 kerjanya terutama Dina. Sebab sepertinya Dina menaruh hati pada Adam. Kedekatan Adam dengan Aisyah membuat Dina cemburu.


"Aisyah...please," Adam memohon dengan wajah menghiba.


Bila sudah seperti itu, Aisyah tidak akan tega menolak lagi. Dengan berjalan kaki mereka pergi keresto seafood itu.


Adam memandang kening Aisyah yang memar karena tragedi semalam. Ingin rasanya dia mengusap luka itu atau bila perlu mengecupnya untuk mengurangi rasa sakitnya. Tapi apalah daya...mungkin pukulan menggunakan tas yang akan diterimanya. Nasib..

Nasib...😢


**********


"Aisyah, apa kamu sudah bisa memberi jawaban atas pernyataan cinta Mas sekarang? Mas benar2 butuh kepastianmu," kata Adam setelah mereka selesai makan. Mata Adam memandang penuh harapan.


Aisyah menunduk, dia tampak berfikir, entah jawaban apa yang akan diberikannya. Rasa suka itu memang ada, tapi dia takut kecewa untuk yang kedua kalinya. Rasa sakit dihatinya belum sepenuhnya hilang saat dia ditinggal menikah oleh kekasihnya yang ternyata telah menghamili gadis lain. Tanpa sadar air mata menitik dari sudut matanya.


"Aisyah, Mas minta maaf kalau Mas terkesan memaksa," tutur Adam menyesal begitu dilihatnya air mata Aisyah yang jatuh menetes.


"Enggak Mas, ini bukan salah Mas Adam," jawab Aisyah sambil terus menitikkan air mata. 


"Jadi, kenapa kamu menangis Aisyah?" Tanya Adam.


"Aku masih butuh waktu Mas, tolong mengerti aku," jawab Aisyah sembari sekilas menatap wajah tampan atasannya itu.


"Baik Aisyah, Mas gak akan memaksa, Mas akan menunggu sampai kamu siap menjawabnya," tutur Adam.


**********


Aisyah tidak dapat tidur memikirkan Adam, bayang2 cinta masa lalunya selalu hadir memenuhi isi kepalanya. Pengkhianatan yang dia dapatkan sungguh teramat menyakitkan. Bahkan sekedar untuk melanjutkan hiduppun dia merasa berat.


"Mas Adam, jawaban apa yang akan aku beri Mas?" Gumam Aisyah lirih.


----Next----


Terimakasih buat reader sekalian yang sudah bersabar hati menunggu kelanjutan dari cerita ini. Sungguh saya sangat tersanjung dengan apresiasi yang luar biasa ini. Ingat !! Selalu tinggalkan jejak, karena like dan komen reader sekalian adalah penyemangat saya selaku penulis (kaleng2)

Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan part 14

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 14


Adam dan Yudi bergegas pergi kekostan yang dulu ditempati oleh Indah. Lebih kurang 1 jam mereka tiba disana. Tanpa turun dari mobil, Adam memperhatikan rumah kost itu dengan mata yang merah menahan air mata, kostan yang menjadi saksi bisu tragedi cinta buta dan kekejamannya.


"Kamu tunggu disini dulu ya Dam, biar aku yang kesana," kata Yudi kemudian bergegas turun menuju kerumah kostan nomor 13. 


"Permisi...permisi..." Yudi mengetuk pintu. Tidak ada sahutan, sepertinya kostan ini kosong. Yudi berusaha mengintip dari jendela, terlihat sepi tanpa penghuni. Yudi segera kembali kemobil menemui Adam.


"Gimana Yud, masih kosong?" Tanya Adam tampak tidak sabar.


"Sepertinya kosong Dam, dengan begitu akan mempermudah kita mengevakuasinya," kata Yudi bersemangat. Yudi langsung menghubungi orang yang akan membantu mereka mengangkat jenazah Indah dan seorang ustad yang akan membantu proses pemakamannya nanti.


Tidak begitu lama, orang yang akan membantu mereka sudah datang,  Adam segera menunjukkan letak sumur  tua itu. Agak sulit mengevakuasinya, karena sumur itu lumayan dalam, tapi untung saja tidak ada airnya.


Setelah bersusah payah, akhirnya jenazah Indah dapat diangkat. Adam terduduk lemas sembari menangis menyaksikan tubuh Indah yang hanya tinggal tulang belulang.


"Maafkan aku Indah...ampuni aku..." ucap Adam penuh penyesalan.


"Sudah Dam, yang sudah terjadi tidak bisa disesali, yang terpenting sekarang adalah kamu mau bertobat dan bertanggung jawab," kata Yudi berusaha menenangkan Adam.


Dengan langkah gontai, Adam meninggalkan tempat itu dirangkul oleh Yudi sahabatnya. 


Proses pemakaman jasad Indah telah selesai dilakukan dengan bantuan seorang ustad. Adam kembali tersungkur dan menagis tersedu dipusara orang yang telah disakitinya itu. "Indah maafkan kekhilafanku, aku menyesal Indah, benar2 menyesal," ratap Adam sembari memeluk nisan Indah.


"Sudah Dam, hari mulai gelap, ayo kita pulang," ajak Yudi sembari mengangkat bahu Sahabatnya itu.


Diperjalanan pulang, Adam hanya diam, fikirannya mengembara jauh entah kemana. Sesekali terlihat dia memukul2 kening dengan genggaman tangannya.


"Semoga dengan ini teror Indah akan berakhir ya Dam," kata Yudi berharap.


"Kalau," jawab Adam singkat, dia tampak kurang yakin.


"Kamu harus optimis Dam, jangan pesimis gitu. Kita sudah susah payah loh," kata Yudi menasihati.


*********


Hari sudah malam ketika mereka sampai dirumah Adam. Yudi berniat menginap untuk menemani sahabatnya itu. Mereka berbincang hingga larut malam, sepertinya Adam tidak akan bisa tidur lagi malam ini.


Bik Iyem datang membawakan 2 cangkir kopi dan sepiring pisang goreng. Dia terlihat mengantuk karena hari memang sudah malam.


"Bik Iyem tidur aja, sudah malam," ujar Yudi merasa kasihan.


"Iya Mas," jawab Bik Iyem kemudian berlalu pergi.


Sepertinya malam ini sudah aman, tidak ada sedikitpun gangguan yang dialami oleh Adam. Hingga pukul 4 pagi, Adam dan Yudi baru tidur. Apakah benar2 sudah aman?


"Indah, jangan Indah, aku mohon jangan sakiti Aisyah, dia tidak tau apa2,"  Adam memohon sambil berlutut dikaki sosok menakutkan itu.


"Apakah kau tidak mencintaiku lagi Dam? Jika kau memilih Aisyah, bagaimana dengan aku? Dengan anak kita?" Kata sosok itu.


"Indah, kita sudah berbeda alam, tidak mungkin kita  bersatu," kata Adam berharap Indah mau mengerti. 


"Tapi aku mencintaimu Dam, sangat mencintaimu," sosok itu menangis tersedu. "Tidak mungkin bagiku untuk membunuhmu, tapi membunuh gadis itu, itu mungkin," katanya dengan nada mengancam.


"Jangan Indah, aku mohon jangan..." Adam berteriak.


"Adam, kenapa Dam?" Yudi membangunkan Adam yang menjerit2.


Seketika Adam membuka matanya, keringatnya mengucur deras. Nafasnya tampak tersengal2. Berulangkali dia mengusap peluh yang mengalir diwajahnya. "Aisyah..." ucapnya dengan nada khawatir.


"Kamu mimpi Dam?" Tanya Yudi.


"Aku harus menghubungi Aisyah," kata Adam tanpa menjawab pertanyaan Yudi. Segera Adam mengambil ponsel yang tergeletak disampingnya. Dicarinya kontak Aisyah, kemudian dia meneleponnya. Tidak aktif, Adam tampak sangat panik.


Segera dia melompat dari tempat tidur dan menyambar kunci mobil yang tergeletak dimeja. Dengan berlari2 dia keluar meninggalkan Yudi yang tampak bingung.


Adam mengendarai mobil dengan tidak melepaskan injakan kakinya dari pedal gas. Menyusuri jalanan yang masih sepi menuju rumah Aisyah. Sesampainya disana, terdengar jeritan Aisyah.


"Aisyah...Aisyah...," Adam memanggil2 dari depan pintu. Dengan segenap tenaganya, Adam mendobrak pintu rumah Aisyah. Pintu itupun akhirnya terbuka, Adam segera berlari masuk untuk menolong pujaan hatinya itu.


Terlihat Aisyah tergeletak dilantai kamarnya, dia tidak sadarkan diri dengan luka memar dikeningnya.


"Aisyah !" Teriak Adam sembari mendekati tubuh lunglai itu. Dia bingung harus berbuat apa, untuk membopongnya dia tidak berani, karena Aisyah tidak mau bila disentuh seorang laki2. "Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan," teriak Adam. 


Adam bersimpuh disamping Aisyah sambil menangis dan sesekali mengusap wajahnya. "Aisyah, tolong sadar Aisyah, tolong jangan buat aku menyentuhmu," ucap adam. Tiba2 Adam teringat sesuatu, "minyak kayu putih," gumamnya lirih. Segera Adam bangkit dan mencari2 benda itu dimeja rias Aisyah, namun tidak ada. Dilihatnya tas yang biasa dibawa Aisyah kekantor tergantung didinding, mungkin disitu. Ternyata apa yang dia cari memang ada didalam tas itu.


Segera Adam membuka tutup botol itu dan mendekatkannya dihidung Aisyah. Tidak lama kemudian, Aisyah membuka matanya.


"Aaahhh...," teriak Aisyah begitu dilihatnya Adam ada disampingnya. "Apa yang Mas lakukan?" Tanya aisyah sambil berusaha duduk.


"Enggak Aisyah, Mas gak ngapa2in kamu," jawab Adam gugup. "Mas berani sumpah Aisyah, Mas gak menyentuh tubuhmu," katanya lagi.


Aisyah berusaha berdiri dengan berpegangan pada meja yang ada didekatnya, dia tampak lemas dan terhuyung seakan hendak terjatuh.


"Aisyah," Adam terkejut, dia berusaha menangkap tubuh gadis itu tapi diurungkannya, dari pada dapat masalah baru.


Dengan berpegangan pada meja dan lemari, akhirnya Aisyah sampai juga ditempat tidurnya. Dia duduk disana sembari memegang pelipisnya yang terasa sakit.


"Mas ambilin air hangat untuk kompres luka kamu ya," kata Adam sambil berlalu pergi, tidak lama kemudian dia kembali lagi. "Aisyah, dapur sebelah mana ya?" 😅


----Next----part 15

Ceita Horor | Pembalasan sang Mantan part#13

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 13


Kembali mereka menyusuri jalan yang waktu itu pernah mereka lewati. Jalanan yang begitu sepi, apalagi malam seperti ini. Sesekali Yudi memperhatikan wajah sahabatnya itu. Sahabat yang banyak membantunya setiap kali dia ada masalah, terlebih masalah keuangan. 


"Dam, optimis ya, jangan putus asa," ucap Yudi membuka pembicaraan, karena dari tadi mereka hanya diam saja sibuk tenggelam dalam fikirannya masing2.


Adam hanya menoleh sekilas kearah Yudi dengan tidak menjawab atau sekedar mengangguk sebagai respon ucapan sahabatnya itu. Tampak sekali dia mengalami syok yang luar biasa.


"Maaf Dam, apa gak sebaiknya kamu mengakui kesalahanmu dimasa lalu?" Kata Yudi yang memang sudah mengetahui rahasia hidup Adam. Karena memang tak sedikitpun ada rahasia diantara mereka.


Seketika Adam menoleh kearah Yudi, nampak dia terkejut dengan usulan sahabatnya itu. Mengakui kesalahannya sama saja dengan bunuh diri. Karena akan semakin sulit dia untuk mendekati Aisyah Putri Cahyani, wanita yang sangat diinginkannya untuk menjadi kekasihnya.


"Gila kamu Yud, bisa2 aku tambah sulit untuk mendapatkan cinta Aisyah," jawab Adam tidak setuju dengan usul Yudi. "Aisyah gak seperti cewek2 lain yang aku dekati selama ini, dia beda. Buktinya sampai sekarang dia belum menjawab pernyataan cintaku. Kalau gadis lain gak perlu menunggu sudah langsung diiyakan," tambah Adam lagi.


Yudi hanya diam saja mendengar perkataan sahabatnya itu. Dia tau betul perasaan Adam. Adam yang dia kenal selama ini belum pernah menjadi pengemis, pengemis cinta. Gadis bernama Aisyah itu sudah mampu membuat Adam berlutut dalam kesombongan karena ketampanan dan kekayaanya.


Tiba2 saja mesin mobil mati, apa mungkin kehabisan bensin? Mana mungkin, mobil Adam selalu full tank.


"Ada apa Yud?" Tanya Adam kemudian.


"Gak tau nih Dam, tiba2 aja mati," jawab Yudi sembari mencoba mengstarternya. Berkali2 mencoba tapi tetap tidak bisa. Akhirnya Yudi turun diikuti Adam untuk memeriksa mesin. 


"Gak ada masalah," kata Yudi sesaat setelah mengotak atik mesin mobil. Yudi terlihat bingung harus berbuat apa, sementara Adam duduk diaspal menekuk lutut sembari  meremas2 rambutnya yang nampak kusut.


"Indah....maafkan aku Indah....!" Teriak Adam sambil terus meremas2 rambutnya dan menangis. Dia tampak begitu syok. Tampak sekali penyesalan diwajah playboy itu.


Yudi sungguh tidak tega melihat sahabatnya itu. Belum pernah seumur hidupnya dia melihat Adam menangis, baru kali ini.


Tiba2 angin bertiup kencang menjatuhkan daun2 kering dari pepohonan yang ada disisi kiri dan kanan jalan. Tampak sesosok wanita berbaju putih melayang2 sembari menggendong bayi tertawa cekikikan.


"Hihihihihi...." suaranya begitu menakutkan membuat bulu kuduk meremang. Sosok itu turun tepat dihadapan Adam yang masih menangis. "Ini dosa dan kesalahanmu Dam, kau perlakukan aku dengan kejam !" Ucap sosok itu dengan nada tinggi.


"Maafkan aku Indah, aku benar2 menyesal," ucap Adam sambil terus menangis.


"Apakah penyesalanmu berguna untukku? Kata sosok itu.


"Indah ampuni aku..." ucap Adam lagi sembari bersimpuh dihadapan sosok yang menggendong bayi itu.


"Ini anak kita yang mati sebelum sempat aku melahirkannya, tidakkah kau merasa memilikinya? Dia buah cinta kita Dam, tidakkah kau menyayanginya," kata sosok itu sembari menangis.


Yudi yang menyaksikan itu semua ikut menitikkan air mata, sungguh dia kasihan dengan Indah, tapi dia juga tidak tega dengan Adam yang selalu diteror dan dihantui rasa bersalah dan penyesalan.


"Indah aku mohon, jangan hukum aku seberat ini, aku menyesal," kembali Adam memohon.


"Kalian mau kemana? kedukun? Untuk apa? Untuk mengusirku?" Tanya sosok itu sambil memandang kearah Adam dan Yudi bergantian. "Itu tidak akan bisa membuatku pergi, itu akan sia2. Aku begitu sakit dan menderita hidup terombang ambing didua dunia seperti sekarang ini, untuk membunuhmu aku tidak mampu, aku tidak memiliki kekuatan seperti itu, lagi pula...aku mencintaimu," ucap sosok itu sembari terus menangis. Tak lama kemudian sosok itu lenyap entah kemana.


Yudi segera berlari menghampiri Adam yang masih bersimpuh sambil menangis. "Ayo Dam, kita pulang. Aku tau solusinya Dam," kata Yudi sembari membantu Adam untuk berdiri.


**********


Yudi membawa Adam pulang kerumahnya, tidak tega rasanya bila harus membiarkan Adam seorang diri dirumahnya dalam keadaan seperti ini.


Adam terus saja melamun dengan tatapan mata kosong. Selalu terucap dari mulutnya "maafkan aku Indah" Saat menjelang pagi Adam baru bisa tertidur. Yudi membiarkannya untuk beristirahat, karena dia tau pasti Sahabatnya itu begitu lelah dan syok dengan semua kejadian yang dialaminya.


**********


Jam 8 pagi Aisyah sudah sampai dikantornya, dia seperti mencari2 seseorang. Mugkinkah Adam? Pandangannya menyapu keseluruh ruang yang ia lewati. "Permisi Pak, apa Pak Adam belum datang ya?" Tanya Aisyah pada seorang OB.


"Belum kayaknya Buk," jawab OB itu.


"Makasih ya pak," kata Aisyah 


OB itu hanya mengangguk sambil teesenyum kemudian kembali meneruskan pekerjaannya.


"Gak biasanya Mas Adam belum berangkat jam segini," gumam Aisyah lirih.


"Ehm, cari siapa Neng," tanya Dina (rekan kerja Aisyah) dengan pandangan mata menyelidik. "Cari Pak Manager ya?" Tambahnya lagi. "Menurut kabar sih beliau sedang sakit jadi gak masuk kerja hari ini," kata Dina lagi.


"Sakit," ucap Aisyah lirih. Tapi semalam setelah mengantarnya pulang Adam tampak baik2 saja, kenapa tiba2 bisa sakit?. Seharian ini Aisyah nampak tidak konsentrasi, fikirannya selalu tertuju pada atasannya itu. 


**********


"Ayo Dam, kita harus bertindak sekarang, ini untuk kebaikan kamu," kata Yudi pada Adam sesaat setelah Adam bangun tidur dan mandi.


"Apa yang akan kita lakukan Yud? Kedukun?" Tanya Adam.


"Gak Dam, kita harus kekostan Indah yang dulu, mencari jasadnya dan memakamkannya dengan layak," jawab Yudi menjelaskan.


"Apa? Gak salah dengar aku Yud? Apa kamu sudah gila?" Ujar Adam tidak percaya dengan usulan Yudi.


"Itu satu2nya jalan Dam, kita harus menyempurnakan pemakaman Indah," kata Yudi dengan yakin. "Masalah kamu mau mengakui kesalahan kamu dimasa lalu pada Aisyah atau tidak, itu urusan kamu," tambah Yudi lagi.


Adam tampak berfikir...


"Ayolah Dam, percaya sama aku, ini untuk kebaikan kalian," bujuk Yudi.


"Baiklah, ini untuk Indah, anakku dan Aisyah,"  kata Adam menyetujui usulan Yudi


-----NEXT----'part 14