Rabu, 24 Maret 2021

Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan #12

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 12


Lelah dan mengantuk dirasakan oleh Aisyah. Adam menawarkan untuk mengantarnya pulang. Tentu saja Aisyah tidak menolaknya. Langkah Aisyah yang agak sempoyongan membuat Adam tertawa tertahan.


"Kenapa Mas?" Tanya Aisyah sembari memperhatikan Adam yang menyembunyikan tawa dibalik telapak tangannya.


"Gak papa kok," jawab Adam singkat sembari berusaha menahan tawanya. Sepertinya gadis ini sangat lelah dan mengantuk sekali. Selain jalannya yang sempoyongan, matanya juga terlihat sayu.


Sesampainya dimobil, Adam langsung membukakan pintu untuk Aisyah. Saat Aisyah hendak melangkah masuk, tiba2..."Aaahhhhh...," Aisyah berteriak ketakutan dan melangkah mundur, dia melihat sosok kuntilanak yang menggendong bayi itu duduk didalam. Tanpa sadar, Aisyah memeluk Adam yang masih memegang handle pintu mobil.


"Kenapa Aisyah?" Tanya Adam bingung. Dia membalas pelukan Aisyah dengan mengusap2 punggungnya.


Ketika sadar, Aisyah segera melepaskan pelukannya dan mendorong Adam hingga atasannya itu terhuyung kebelakang. Aisyah menangis, entah apa maksud tangisannya itu. Menangis ketakutan atau menangis karena telah bersentuhan dengan Adam.


"Maaf, Mas gak ada maksud melecehkan kamu Aisyah," kata Adam penuh penyesalan. Dia merasa sangat bersalah.


Aisyah terus saja menangis sembari mendekap bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya. Dia merasa sangat kotor sebab tidak dapat mengendalikan diri karena rasa ketakutannya.


"Gak Mas, Mas Adam gak salah, ini memang kesalahanku," kata Aisyah tertunduk.


"Ya udah, ayo Mas antar pulang," kata Adam.


Diperjalanan pulang, mereka berdua saling membisu, hanya suara batuk Adam yang sesekali terdengar.


"Awas Mas !" Tiba2 Aisyah berteriak sambil menutup kedua telinganya. 


Adam terkejut dan seketika menginjak rem. "Ciiittt" terdengar bunyi ban mobil yang direm mendadak. Untung keduanya memasang sabuk pengaman sehingga tidak terjadi benturan.


Aisyah masih menutup kedua telinganya dengan tangan dan menunduk seolah dia barusan melihat sesuatu yang menakutkan.


"Kenapa Aisyah?" Tanya Adam kemudian memandang kesekitar memastikan tidak ada apa2. Jalanan tampak sepi, tidak ada satupun kendaraan yang mereka jumpai. 


"Mas Adam gak lihat tadi didepan ada orang?" Aisyah balik bertanya.


"Orang? Enggak"  jawab Adam dengan yakin. Karena dia memang tidak pernah memalingkan pandangannya sedikitpun dari jalan. "Mungkin kamu salah lihat Aisyah, kamu capek dan ngantukkan? Tanya Adam.


"Maaf Mas, fikiranku kacau," jawab Aisyah menyesal. Karena dia, orang lain hampir saja celaka.


**********


Diperjalanan pulang, tiba2 terdengar suara berbisik ditelinga kiri Adam.

"Kamu mencintai wanita itu Dam? Kamu tidak takut dia celaka? Atau mungkin nyawamu sendiri yang akan melayang." 


Adam melihat kekiri dan kebelakang, mencoba mencari sosok yang berbisik itu. Tidak ada siapa2...ini tidak bisa dibiarkan berlarut2. Dia harus melakukan sesuatu. Adam mengurungkan niatnya untuk pulang, dia mengambil ponsel dari saku celananya dan segera menghubungi Yudi.


Sesampainya dirumah Yudi, ternyata sahabatnya itu sudah menunggunya diteras. Yudi mengambil alih kemudi karena dilihatnya Adam syok berat, tidak memungkinkan untuk menyetir sendiri.


"Jadi gimana Dam? Cari orang pintar?" Tanya Yudi dengan tatapan mata masih fokus kejalan.


"Iya," jawab Adam sambil mengangguk lesu. "Aku gak mau terjadi apa2 sama Aisyah, aku sangat mencintai dia, apapun akan aku lakukan untuk melindungi dia," tambah Adam.


Next...part #13

Selasa, 23 Maret 2021

Cerita Horor | Pembalasan Sang Mantan part #11

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 11


Seperti biasa, setiap pagi Aisyah harus berjalan sampai diujung jalan untuk menunggu kendaraan umum yang lewat. Sebenarnya dia mempunyai sepeda motor, tapi karena dulu pernah jatuh, dia jadi trauma. Lama menunggu, belum ada satupun angkutan umum yang lewat.


Tiba2 berhenti tepat didepannya sebuah mobil yang sangat dikenalnya, mobil Pak Adam, eh...Mas Adam. Adam turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Aisyah. "Ayo berangkat bareng," ajak Adam sambil membuka kaca mata hitam yang dipakainya 😎


"Loh Mas, rumah Mas kan gak lewat sini," tanya Aisyah lugu 😊


"Memang sengaja Mas mau jemput kamu," jawab Adam santai. 


Aisyah melongo sambil membesarkan matanya yang sipit. Apa dia lupa kalau semalam Adam menembaknya? Ya walaupun dia belum memberikan jawaban. Tapi setidaknya Adam akan selalu berusaha mencari perhatiannya 😂 yah begitulah cowok kalau ada maunya.


"Ayo," ajak Adam sembari membukakan pintu mobil untuk Aisyah. 


Diperjalanan, Adam suka mencuri2 pandang pada gadis yang ada disampingnya, tapi yang dipandang seakan tidak perduli.


"Ehm..." Adam berdehem untuk pendapat perhatian dari Aisyah. Benar saja, Aisyah menoleh dan memperhatikannya. Mungkin didalam hatinya mengagumi ketampanan Adam, MUNGKIN...


"Aisyah, tidur jam berapa semalam," tanya Adam basa basi, karena dia gak tau harus mgomong apa.


"Gak tidur Pak," jawab Aisyah.


"Loh kok Pak lagi sih, memangnya Mas terlihat setua itu ya?" Kata Adam sambil tertawa.


"Maaf Mas lupa, belum biasa," jawab Aisyah sambil tersenyum. 


Duh manisnya senyum Aisyah....jadi meleleh Adam dibuatnya. Hijab warna hitam yang dia pakai membuat wajahnya makin terlihat putih bersih. 


"Btw kok gak tidur?" Tanya Adam mengingat jawaban Aisyah tadi.


"Gak bisa tidur Mas," jawab Aisyah sambil menunduk.


Adam berfikir, apakah Aisyah tidak bisa tidur karena dia? Seandainya benar, alangkah merasa bersalahnya Adam pada gadis pujaan hatinya itu.


"Karena aku ya?" Tanya Adam sembari melirik Aisyah.


"Enggak...enggak kok Pak, eh Mas...," jawab Aisyah gugup. Tapi boong 😁


**********


Sesampainya dikantor, semua mata tertuju pada Adam dan Aisyah yang tampak berangkat bersama. Aisyah merasa sangat malu dengan kejadian ini, apalagi dia masih baru kerja disini.


"Karyawan baru udah berani deketin Manager," sindir seorang wanita yang selalu berpakaian seksi. "Ngaca dong, pantes apa gak kira2," tambahnya lagi.


Aisyah hanya menunduk tanpa menjawab sindiran dari  rekan kerjanya itu. Hatinya sungguh sedih. Tak terasa air matanya menitik membasahi kertas yang ada dimeja kerjanya.


"Aisyah," tiba2 Adam sudah berdiri disampingnya.


"Kamu Dina, jaga ucapan kamu ya," maki Adam sembari menunjuk kearah perempuan yang melontarkan sindiran pada Aisyah.


"Maaf Pak," jawab Dina sambil tertunduk.


"Aisyah, maaf ya gara2 Mas kamu jadi nangis," kata Adam pelan sembari mengambilkan tissu untuk Aisyah. Tapi Aisyah malah mengambil tissu sendiri dan membiarkan tissu yang disodorkan Adam padanya.


"Oke," kata Adam sembari mengusapkan tissu yang tidak laku itu kewajahnya sendiri.


**********


Karena akhir bulan, banyak karyawan yang lembur termasuk Aisyah. Adam membelikan makanan dan minuman untuk Aisyah, karena dilihatnya Aisyah tidak beranjak sedikitpun dari meja kerjanya untuk sekedar membeli makanan.


"Mbak Aisyah, ini dari Pak Adam," kata Ibu kantin seraya meletakkan sebuah bungkusan dimeja kerja Aisyah.


"Makasih Buk," ucap Aisyah sembari membuka bungkusan itu. 


"Jangan lupa makan ya," isi tulisan pada secarik kertas yang terselip diantara makanan itu. Aisyah nampak menatap kearah ruang kerja Adam. Dia menarik nafas panjang dan kembali membungkus makanan itu.


"Nina bobok...oh nina bobok...kalau tidak bobok digigit nyamuk..." terdengar suara nyanyian penghantar tidur buat anak2. Aisyah tampak menoleh kesamping dan kebelakang mencoba mencari tau siapa yang menyanyi. 


Namun semuanya tampak sedang serius mengerjakan tugasnya masing2. Apa cuma aku yang dengar? Pikir Aisyah. Kembali Aisyah mengerjakan tugasnya yang masih menumpuk. Satu persatu karyawan berpamitan pulang, termasuk Dina , dia sudah selesai dengan pekerjaannya.


Tinggal Aisyah dan seorang lagi yang belum pulang, jam sudah menunjukkan pukul 23.00


"Ayo duluan," kata Alex, orang yang terakhir bersama Aisyah.


"Silahkan," jawab Aisyah yang mulai dirundung rasa takut. Tapi kenapa harus takut? Toh ada satpam yang berjaga selama 24jam.


"Dia Ayah dari anakku," tiba2 terdengar suara bisikan ditelinga Aisyah. Sontak Aisyah menoleh, tidak ada siapa2. Bulu kuduknya meremang karena takut. 


"Aisyah," panggilan itu mengejutkannya.


Ternyata Adam juga baru keluar dari ruang kerjanya. Aisyah bisa bernafas dengan lega sekarang.


"Belum selesai?" Tanyanya kemudian.


"Belum Mas sedikit lagi," jawab Aisyah tanpa memalingkan pandangannya dari berkas2 yang ada dimejanya.


"Mari biar Mas bantu," kata Adam sembari menarik kursi yang ada didekat situ.


Aisyah tidak menolaknya, karena dia sudah merasa sangat lelah dan mengantuk sebab semalam tidak bisa tidur. Akhirnya selesai juga, Aisyah dan Adam segera beranjak meninggalkan tempat kerja mereka.


Next...part 12

Cerita Horor | Pembalasan Sang Mantan part #10

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 10


Dengan ditemani Yudi, Adam pergi keorang pintar agar bisa terlepas dari teror sang mantan. Mereka pergi hingga keluar kota dengan menyusuri jalan2 yang sepi dan melewati banyak hutan. Ditengah perjalanan, tiba2 kabut tebal bergerak turun menghalangi pandangan mata. Yudi yang menyetir mobil jadi tidak dapat melihat jalan dengan jelas.


"Gila nih Dam, kabutnya tebel banget," kata Yudi sambil berusaha memfokuskan pandangannya kejalan.


Adam hanya diam sambil menggigit ujung jari telunjuknya sebagai wujud kecemasannya. Terlihat dia beberapa kali memijit2 keningnya.


"Dam, gimana nih," tanya Yudi lagi.


"Balik," jawab Adam singkat.


"Kita sudah separuh jalan Dam, masa iya balik sih," Yudi tampak kurang setuju.


"Ini udah gak bener Yud, firasatku udah mulai gak enak," kata Adam sembari menggeleng2kan kepalanya.


Akhirnya Yudi memutar balik mobilnya. Diperjalanan mereka berdua banyak diam. Sesekali Yudi melirik kearah Adam yang sedari tadi menggigit2 bibirnya , dia nampak syok dengan semua kejadian yang menimpanya.


"Dam, jangan melamun gitu dong, pasti ada jalan," tutur Yudi berusaha menghibur. "Aku akan selalu membantu bila kamu butuh bantuan," tambahnya kemudian.


"Makasih Yud," jawab Adam singkat.


**********


Lamunan Adam terbawa sampai ketempat kerja, dia jadi tidak fokus. Entah apa saja yang diketiknya dilaptop, saat dia menyadarinya, screen laptop penuh dengan tulisan maaf Indah...

Adam mengusap wajah putihnya berkali2.


"Permisi," suara didepan pintu ruang kerjanya membuyarkan lamunannya.


"Masuk," jawab Adam sambil menatap kearah pintu. Ternyata wanita santun yang membuatnya serba salah yang muncul dari balik pintu. Wajah sendunya mampu membuat Adam sejenak melupakan masalahnya.


"Pak," sapa Aisyah sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Eh Aisyah, sudah siap file2 yang saya suruh salin tadi," tanya Adam sembari tersenyum. "Ayo duduk dulu," Adam mempersilahkan.


"Sudah Pak," jawab Aisyah sambil duduk dan menyerahkan tugas2 yang dikerjakannya.


Adam nampak memeriksa lembar demi lembar file yang disodorkan Aisyah. "Cantik...," kata Adam kemudian.


"Cantik?" Aisyah mengulang perkataan Adam.


"Eh maksud saya, bagus," kata Adam tersipu dengan wajah sedikit memerah. Didekat Aisyah, Adam merasa tenang dan nyaman, seperti ada energi positif yang dia dapat. Kecantikan dan kesantunan Aisyah membuat Adam begitu tergila2.


**********


2 bulan telah berlalu, perasaan Adam terhadap Aisyah nampaknya tidak dapat ia tutupi lagi. "Aisyah, bisa saya minta waktu kamu sebentar ," tanya Adam suatu hari saat mereka berpapasan didepan kantor.


"Maaf Pak, ada perlu apa ya?" Aisyah balik bertanya dengan nada cemas. Sepertinya dia takut telah melakukan suatu kesalahan.


"Nanti malam saya mau ajak kamu makan diluar bisa?" Kata Adam dengan wajah tidak yakin kalau Aisyah bersedia.


Aisyah menatap wajah Adam dengan terkejut, terlihat dari mulutnya yang agak menganga. Mimpi apa dia semalam hingga diajak atasannya makan malam bersama. Lama Aisyah terdiam, entah apa yang ada dibenaknya saat ini.


"Bisa?" Kata Adam lagi mengulang pertanyaannya.


"Emmmm....Aisyah tampak berfikir.


"Kalau gak bisa juga gak apa2, saya gak akan memaksa," kata Adam kemudian.


"Jam berapa Pak?" Tanya Aisyah sambil sedikit memiringkan kepalanya kekiri.


Yes, dalam hati Adam, nampaknya ajakannya tidak akan ditolak.


"Sepulang kerja," jawab Adam dengan wajah sumringah.


"Baik Pak," jawab Aisyah sambil mengangguk.


**********


Disebuah tempat makan yang wah, Adam dan Aisyah hanya diam tak saling berkata. Baru kali ini Adam merasa canggung dihadapan seorang wanita. Setelah makanan yang mereka pesan sudah terhidang dimeja, baru ada kata yang terucap dari mulut Adam. "Ayo dimakan," 😁😁


Setelah selesai makan, Adam memberanikan diri mengutarakan isi hatinya.


"Aisyah, boleh saya berkata jujur sama kamu," kata Adam masih dengan menggunakan bahasa formal. Dia tampak memperhatikan wajah Aisyah yang selalu tertunduk.


"Iya pak," jawab Aisyah dengan tidak mengangkat wajahnya.


"Semenjak saya melihat kamu, seperti ada rasa yang berbeda dihati saya. Saya tidak tau pasti itu rasa apa. Tapi lambat laun saya baru sadar bahwa rasa itu adalah rasa nyaman," ucap Adam panjang lebar seperti jalan tol 😂


"Jadi maksud Bapak bagaimana ya?" Tanya Aisyah tidak mengerti atau pura2 tidak mengerti. Dia memberanikan diri menatap wajah atasannya yang ganteng abis itu 😎


Terlihat Adam menarik nafas panjang sebelum berkata, "saya menaruh hati sama kamu," jawab Adam. "Saya suka sama kamu," tambahnya lagi.


Bagai disambar petir disiang bolong Aisyah mendengar perkataan atasannya itu. Dia menatap wajah Adam tanpa berkedip sedikitpun. "Saya...? Bapak suka sama saya...?" Tanpa sadar Aisyah berkata.


"Iya Aisyah," jawab Adam singkat.


Aisyah menunduk dan diam begitu lama. Nampaknya dia berfikir keras. Entah jawaban apa yang akan diberikan pada atasannya itu.


"Aku gak memintamu menjawabnya sekarang, kamu bisa memikirkannya dulu, aku akan menunggu," kata Adam dengan mulai menggunakan bahasa non formal.


**********


Adam mengantar Aisyah sampai didepan rumahnya, rumah yang sederhana namun asri. Tidak seperti rumah mantan2nya dulu yang mewah.


"Terimakasih Pak sudah mengantar," kata Aisyah sebelum turun dari mobil.


"Aisyah, bisa gak mulai sekarang jangan panggil Pak," kata Adam keberatan.


Seketika Aisyah menoleh kearah Adam, wajahnya terlihat bingung dan sungkan.


"Panggil Mas atau Adam aja," tambahnya lagi.


"Iya M-as," jawab Aisyah agak canggung.


"Dan Mas nungguin jawaban kamu," kata Adam kemudian.


"Aku masuk dulu Mas," kata Aisyah sambil membuka pintu mobil. Dia segera turun dan berjalan kehalaman rumahnya tanpa menoleh lagi. 


Adam memperhatikannya sampai Aisyah benar2 sudah masuk kedalam rumah.


**********


Aisyah benar2 tidak dapat tidur malam ini, fikirannya mengembara jauh pada sosok Adam yang mengungkapkan perasaan suka padanya. Saat Aisyah sedang berfikir jawaban apa yang akan diberikannya pada Adam, tiba2 saja terdengar ketukan dijendela kamarnya.


"Tok...tok...tok..." ketukan itu terdengar sangat pelan. Aisyah tampak memasang kupingnya memastikan dia tidak salah dengar. Ketukan itu berulang2 dan makin lama makin keras. Jam didinding menunjukkan pukul 2 dini hari, tidak mungkin ada orang iseng jam segini.


Dengan penasaran, perlahan2 Aisyah turun dari tempat tidurnya dan berjalan kearah jendela. Dengan ragu dia menyibak hordeng. Dan apa yang dilihatnya?? Aisyah menjerit dan kembali menutup hordeng jendela kamarnya kemudian berlari naik ketempat tidur.


Sosok kuntilanak  menggendong bayi yang berlumuran darah berdiri tepat didepan jendela kaca kamar Aisyah. Aisyah membaca ayat kursi didalam hati, berharap sosok itu segera pergi. Semenjak dahulu, tidak pernah ada penampakan dirumahnya, baru kali ini.


Ketukan itu tidak ada lagi, mungkin dia sudah pergi pikir Aisyah. Namun Aisyah tidak dapat tidur lagi sampai hari menjelang pagi. Setelah sholat subuh, Aisyah menyempatkan diri untuk membaca surat Yasin untuk kedua orangtuanya yang sudah meninggal semenjak dia kecil. Aisyah mempunyai adik perempuan yang masih duduk dibangku SMA, namun adiknya itu tinggal dirumah neneknya yang ada diSurabaya.


Next... Part #10


Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan part #9

#Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 9


Pertemuan Adam dengan Aisyah setiap hari makin menumbuhkan benih2 cinta dihatinya. Mungkinkan dia berani menjalin cinta dengan seorang wanita lagi? Sedangkan teror dari sang mantan selalu saja menjadi momok yang sangat mengerikan.


Suatu malam ketika hendak pulang, Adam melihat Aisyah duduk seorang diri dihalte bis. "Mau pulang bareng?" Tanya Frans sesaat setelah berhenti dan membuka kaca jendela.


"Gak usah Pak, nanti merepotkan," jawab Aisyah agak terkejut. Dia tidak menyangka akan mendapat tawaran tumpangan dari atasannya.


"Gak akan merepotkan," jawab Adam sambil tersenyum dan membukakan pintu mobil.


Aisyah merasa tidak enak menolak tawaran atasannya itu. Dengan berat hati, akhirnya dia mau menerima tawaran pulang bareng bersama Adam.


Diperjalanan, mereka berdua diam seribu bahasa. Aisyah lebih banyak melihat keluar dari kaca jendela disampingnya, sedangkan Adam fokus melihat kejalan. Tidak biasanya Adam seperti ini kepada wanita, dia nampak agak canggung dengan cewek cantik yang satu ini.


"Btw Aisyah, rumah kamu dimana ya? Gak mungkin kan aku bawa kamu kerumahku?" Kata Adam membuka pembicaraan. Dia melirik Aisyah yang sedang sibuk membetulkan hijabnya.


"Eh...jalan Mayor Ruslan nomor 7 Pak?" jawab Aisyah gugup.


"Oke," jawab Adam singkat.


Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, mereka sama2 diam seribu bahasa. Hingga tiba disebuah alamat yang disebutkan oleh Aisyah. Adam menghentikan mobilnya tepat didepan rumah nomor 7.


"Sudah sampai," kata Adam memberi tahu.


"Iya, terimakasih banyak Pak, maaf sudah merepotkan," kata Aisyah sambil agak membungkukkan badan.


"It's oke," jawab Adam singkat.


Setelah Aisyah turun, Adam segera melajukan mobilnya kembali menyusuri jalanan yang sepi. Dia tampak tersenyum sendiri membayangkan kekakuannya menghadapi Aisyah. Padahal selama ini, dia paling berani dan agresif kepada wanita. Tapi untuk kali ini sungguh nampak berbeda.


Lamunanya tiba2 terhenti saat dia melihat sosok itu lagi sedang berdiri tepat ditengah jalan. Dengan segera Adam membanting stir kekanan agar tidak menabraknya. Alhasil, hampir saja terjadi tabrakan dengan kendaraan yang berlawanan arah dengannya.


Jantung Adam berdegup dengan kencang, hampir saja terjadi kecelakaan andai saja dirinya tidak segera membanting stir kekiri lagi. Indah benar2 menginginkan kematiannya.


Tiba2...sosok Indah sudah duduk didalam mobilnya sambil tertawa cekikikan. Sontak Adam segera menginjak rem dan berlari keluar meninggalkan mobilnya begitu saja. Nafasnya naik turun melakukan olah raga lari dimalam hari. "Sial," umpatnya dalam hati.


"Adam, ngapain kamu?" tiba2 Yudi sahabatnya menyapanya. Dia berhenti tepat disamping Adam.


"Yud," Adam agak sedikit lega karena melihat sahabatnnya ada disitu. Segera Adam naik kemobil Yudi tanpa disuruh dengan nafas yang masih ngos ngosan. Yudi kembali menjalankan mobilnya.


"Kamu kenapa Dam, kok mobilmu malah ditinggalkan ditengah jalan," tanya Yudi penasaran. Dia mengamati Adam seperti menyelidik.


"Gila Yud, aku diganggu kuntilanak tadi," jawab Adam sembari mengelap keringat diwajah dan lehernya dengan menggunakan tisu yang ada dimobil Yudi.


"Yang benar saja Dam?" Kata Yudi seakan tidak percaya.


"Ngapain juga coba aku bohong," jawab Adam lagi.


"Jadi mobil kamu gimana tuh," tanya Yudi.


"Biarin aja, ntar aku suruh sopir kantor ngambil," jawab Adam.


Setibanya dirumah Adam, Yudi mampir dulu untuk sekedar berbincang, dia masih penasaran dengan cerita Adam tadi.


"Mama kamu gak dirumah Dam?" Tanya Yudi sembari duduk disofa ruang tamu.


"Gak Yud, Mama menyusul Papa kePadang," jawab Adam sembari membuka dasinya kemudian ikut duduk. "Bik Iyem...," panggil Adam.


"Iya Mas," jawab Bik Iyem kemudian muncul diruang tamu.


"Tolong buatin minum ya Bik," kata Adam. "Kamu mau minum apa Yud," tanya Adam pada Yudi.


"Kopi aja," jawab Yudi singkat.


"Oke, kopi 2 ya Bik," kata Adam kemudian pada pembantu paruh baya itu. Bik Ijah segera berlalu kedapur dan tidak lama kemudian kembali lagi dengan membawa 2 cangkir kopi dan menyuguhkannya dimeja.


"Ayo diminum kopinya Yud," Adam mempersilahkan.


"Makasih," jawab Yudi kemudian menyeruput kopi yang masih mengepulkan asap tipis itu. "Aku masih penasaran dengan cerita kamu tadi Dam," kata Yudi sembari meletakkan cangkir kopi itu kembali kemeja. "Masa iya jaman sekarang masih ada yang begituan," tambahnya lagi.


"Ngapain juga aku bohong Yud," kata Adam. Kemudian Adam menceritakan semua teror yang dialaminya selama ini pada Yudi. Yudi nampak mendengarkannya dengan seksama dan sesekali menggut2.


"Kalau begitu kamu harus hati2 Dam," pesan Yudi. "Tuh kunti kayaknya dendam banget sama kamu. Apa gini aja, kita minta bantuan orang pintar buat ngusir tuh kunti," Yudi memberi ide


Next... Part #10

Cerita Horor | Pembalasan Sang Mantan Part #8

#Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 8


Tangan Adam meraba dalam gelap, mencoba mencari gawai yang sepertinya tergeletak ditempat tidurnya. Saat tangannya sibuk mencari, sebuah tangan yang begitu dingin memegangnya.


Adam sangat terkejut dan langsung menarik tangannya. Tiba2 lampu kembali menyala membuat ruangan menjadi terang kembali. Adam memandang sekeliling, memastikan sosok itu tidak ada lagi disitu. Sepertinya ia sudah pergi.


Begitulah hari2 Adam, dia lalui penuh dengan teror dari sang mantan yang dendam kepadanya. Indah, gadis cantik nan malang itu kini menjelma menjadi sosok kuntilanak yang menakutkan dengan selalu terlihat menggendong seorang bayi yang berlumuran darah.


*****


Teror itupun dirasakan oleh Dessy setiap hari. Seperti malam ini, saat Dessy baru pulang kerja. Seketika tengkuknya menjadi berat dengan bulu kuduk yang meremang. Dessy nampak menyetir dengan gelisah, apalagi saat melewati jalanan yang sepi.


Dessy menginjak pedal gas agar segera berlalu dari jalanan yang sepi itu. Namun aneh, mengapa semua jalanan nampak begitu lenggang? Biasanya jam2 segini jalanan begitu padat.


Rasa takut Dessy bertambah saat dilihatnya sosok kuntilanak itu tiba2 saja duduk disampingnya sambil memangku bayi. Karena takut dan kaget, Dessy jadi tidak fokus menyetir. Hingga akhirnya mobil Dessy menabrak sebuah pohon besar yang berdiri dipinggiran jalan.


Antara sadar dan tidak sadar, terdengar suara cekikikan hingga akhirnya Dessy kehilangan kesadarannya. "Saat siuman, Dessy sudah berada diruangan yang serba putih. Dia melihat Mamanya sedang menangis sembari duduk dikursi dekat ia berbaring.


"Ma...," Dessy memanggil dengan suara yang lemah.


"Nak, kamu sudah sadar,"kata Mamanya dengan nada girang. "Terimakasih ya Tuhan, Engkau telah mengembalikan anak hamba," kata Mamanya sambil menegadahkan kedua tangannya.

Ternyata Dessy koma selama 4 hari karena benturan keras dikepalanya. 


Adam datang menjenguk Dessy dengan membawa parcel buah dan bucket bunga mawar. "Sayang," Adam mencium kening Dessy yang dibalut dengan kain kasa. "Kenapa bisa terjadi seperti ini sayang," tanya Adam kemudian.


"Aku diteror Dam, sesosok kuntilanak selalu menggangguku," jawab Dessy sambil menangis.


"Kuntilanak?" Adam mengulangi ucapan Dessy.


"Iya Dam, dan dia menyuruhku untuk menjauhimu," tambah Dessy lagi.


Adam tertunduk dan diam untuk beberapa saat. Inilah dosanya, gara2 kesalahannya dimasa lalu, orang lain jadi terkena dampaknya juga. Setiap seorang wanita yang dekat dengannya pasti akan mengalami teror yang menakutkan.


"Dam, aku mohon jauhi aku, aku gak sanggup kalau harus begini terus, aku bisa mati ketakutan Dam," kata Dessy sembari menangis.


Adam hanya diam seribu bahasa, matanya terasa panas menahan air mata. Inilah karma yang didapatnya karena telah menyia2kan Indah yang telah dihamilinya.


*****


Sekarang Adam enggan mendekati seorang gadis, karena kisahnya akan selalu sama dan sama. Sepertinya dia telah menyadari kesalahannya. Hingga pada suatu ketika, dia bertemu dengan seorang gadis yang dilihatnya berbeda dari gadis2 yang biasa didekatinya.


Gadis cantik yang selalu rapi menutup aurat,  Aisyah namanya. Dia karyawan baru yang bekerja dikantor yang sama dengan Adam. 


"Permisi," terdengar ketukan dipintu ruang kerja Adam.


"Iya masuk," jawab Adam tanpa melihat siapa yang datang karena sibuk dengan laptopnya.


"Ini Pak berkas2 yang harus Bapak tandatangani," suara itu begitu lembut terdengar ditelinga Adam. Ada rasa nyaman saat mendengar suara itu.


Adam begitu terpesona saat dia melihat siapa yang menyodorkan berkas itu. Karyawan baru yang membuat hatinya bergetar. Tanpa sadar dia diam mematung sembari menatap Aisyah yang nampak menunduk dan salah tingkah. Suara dering telepon mengejutkannya, mengembalikannya pada kesadaran penuh. Nampak gadis itu berdiri sambil terus menunduk.


Setelah menerima telepon, Adam mengambil berkas yang tergeletak cukup lama diatas mejanya. "O iya, silahkan duduk dulu," kata Adam mempersilahkan.


"Terimakasih Pak," jawab gadis itu sembari menarik kursi dan segera duduk.


"Kamu karyawan baru itu ya," tanya adam kemudian.


"Iya pak," 


"Nama?" Adam sok2 gak tau.


"Aisyah Pak," jawab gadis itu sambil tersenyum.


"Oke Aisyah, semoga betah ya kerja disini," kata Adam. "Jadi sebelah mana yang harus saya tandatangani," tambahnya lagi.


Aisyah berdiri, "disini, disini dan disini Pak," Aisyah menunjukkan dengan jarinya yang lentik.


Dengan segera Adam menandatangani berkas itu kemudian menyodorkannya kembali pada Aisyah.


"Terimakasih Pak, saya permisi," kata Aisyah kemudian berlalu.


NEXT..... Part #9

Cerita Horor | Pembalasan sang Mantan #7

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 7


"Jadi suara apa tadi Dam?" Tanya Dessy penasaran sambil tetap duduk didalam mobil. Dia nampak ketakutan, karena sudah 2kali ini mengalami hal ganjil.


"Gak ada apa2 sayang, mungkin kucing atau apalah," jawab Adam sambil tetap berdiri diluar mobil sembari menyapukan pandangannya kesekeliling. "Sebaiknya kamu masuk aja sayang, udah malam juga," tambah Adam lagi seraya melihat ke jam tangannya.


"Oke, aku masuk dulu ya," kata Dessy sembari turun dari mobil. Setelah membuka pintu pagar, Dessy berbalik dan melambaikan tangannya pada Adam yang masih menatapnya.


Adam balas melambaikan tangan dan menunggu Dessy sampai benar2 masuk kerumah. Tapi apakah mata Adam salah? Terlihat sosok berbaju putih berdiri dihalaman rumah Dessy sambil memandang kearahnya. Segera Adam tancap gas begitu Dessy dilihatnya sudah masuk kedalam.


Ternyata Adam tidak langsung pulang, dia melajukan mobilnya ketempat dimana dia dan teman2nya biasa nongkrong sampai larut malam. Dijalan yang sepi, tampak sekelebat bayangan putih melayang mengikuti mobilnya. Karena ketakutan, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Hai bro," sapa seorang temannya begitu Adam sampai. "Mana gebetan barunya?" Tanya Yudi sahabatnya itu.


Adam hanya tertawa getir menanggapi pertanyaan sahabatnya itu. Dia mengambil sekaleng soft drink yang tergeletak dimeja dan meminumnya. Sejenak ingin menyegarkan otaknya yang mulai kurang waras dengan teror yang ia hadapi.


"Ah, hebatlah playboy kita ini, gampang banget cari gebetan," kata sahabatnya yang satu lagi Roy namanya. "Kalau aku ini apalah, putus hari ini, belum tentu tahun depan dapat ganti," tambahnya lagi sambil tertawa.


"Eh bro...bro...cewek bro," kata Yudi sembari menunjuk kekursi yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka duduk. 


"Masak cewek malam2 gini duduk sendirian disitu," jawab Roy sembari mengamati cewek berbaju putih itu. "Jangan2 mbak kunti," tambahnya lagi sambil tertawa.


"Ah ngaco kamu," jawab Adam datar. Namun pikirannya jadi tidak enak mengingat kejadian2 aneh yang dialaminya. "Gue cabut dulu ya bro," kata Adam sembari meneguk habis soft drink yang sedari tadi dipegangnya.


"Tumben buru2, biasanya betah sampai tengah malam," kata Yudi heran.


"Iya nih, gak serulah," timpal Roy.


"Ini biar seru," jawab Adam sembari menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada Roy. Adam memang terkenal royal, apa lagi uang bukan masalah baginya.


Diperjalanan pulang, Adam terus mengingat kejadian2 yang dialaminya tadi. Hingga tiba2 mesin mobilnya mendadak mati. "Sial," umpat Adam sembari memukul stir.


Dia segera turun dan mulai memeriksa mesinnya, sepertinya tidak ada masalah. Tiba2 saja terdengar suara tangisan bayi diiringi dengan suara nyanyian.

"Nina bobok...oh nina bobok...kalau tidak bobok digigit nyamuk..."


Sontak Adam memandang kesekeliling untuk mencari sumber suara. Tidak ada siapa2. "Adam," tiba2 terdengar suara panggilan dari arah belakangnya. Begitu Adam menoleh, terlihat sosok berbaju putih kumal berdiri dibelakangnya sambil menggendong seorang bayi yang berlumuran darah. "Aahhh..." Adam menjerit ketakutan, ingin berlari namun kakinya terasa kaku.


Tiba2..."Dam, bangun Dam, kamu kenapa teriak2? Kamu mimpi?" Tanya Mama Adam sembari menggoyang2 bahu Adam. 


Adam menyeka keringat yang membasahi wajah gantengnya dengan nafas terengah2. Ternyata dia cuma mimpi...


"Bikin kaget mama aja kamu Dam," tambah Mamanya lagi.


Adam masih tampak syok dengan mimpinya barusan. Teror ini begitu menyiksanya, tidak hanya didunia nyata, tapi juga dimimpi.


"Ini minum air putih dulu, biar tenang," kata Mamanya sembari menyodorkan gelas berisi air putih pada Adam.


Saat Adam hendak meminumnya, tiba2 dia menjerit sambil melemparkan gelas berisi air putih itu kelantai, wajahnya terlihat pucat.


"Loh Dam, kenapa?" Tanya Mamanya tampak bingung.


"Mama gak lihat? Itu isinya darah Ma," jawab Adam memandang heran pada Mamanya. Mana mungkin Mamanya tidak bisa membedakan antara darah dan air putih.


"Adam, nampaknya kamu kecapean," kata Mamanya kemudian.


Tapi Adam juga merasa heran, kenapa gelas berisi darah yang dia lemparkan kelantai tadi tidak berwarna merah, melainkan berubah menjadi air putih biasa.


"Bik Iyem," teriak Mama Adam memanggil pembantunya.


"Iya Buk ada apa," jawab Bik Iyem begitu masuk kekamar Adam.


"Tolong bersihkan pecahan gelas ini ya Bik," kata Mama Adam sembari menunjuk kelantai.


"Baik Buk," jawab Bik Iyem kemudian memunguti pecahan gelas yang berserak dilantai.


"Kamu cuci muka dulu biar segar," kata Mamanya kemudian berlalu meninggalkan kamar Adam.


"Setelah itu tidur lagi, ini masih jam 3pagi," tambah Mamanya sebelum dia menghilang dibalik pintu.


"Makasih ya Bik," kata Adam begitu Bik Iyem selesai membersihkan pecahan gelas dan mengepel lantainya.


Adam kembali membaringkan tubuhnya yang terasa letih. Dia teringat akan Indah yang dulu dihamilinya. Bukannya bertanggung jawab, dia bahkan membuat Indah kehilangan nyawa.


"Indah...maafkan aku," bisik Adam lirih.


"Permintaan maafmu tidak akan mengembalikan semuanya Dam," terdengar suara jawaban yang entah dari mana datangnya.


Adam sangat terkejut. Seketika dia melayangkan pandangannya keseluruh sudut kamarnya. Namun tidak dilihatnya ada siapa2.


"Hihihihi.....," suara tawa itu begitu menusuk kedalam telinga. Seketika lampu padam dan semuanya menjadi gelap gulita


Next...part #8

Cerita Horor | Pembalasan Sang Mantan Part #6

 #Pembalasan sang mantan

#Fiksi

#Part 6


"Kita makan dulu ya sayang, perutku udah keroncongan nih," kata Adam sembari membelokkan mobilnya kesebuah tempat makan.


"Oke, kebetulan aku juga sudah lapar Dam," jawab Dessy sambil tertawa. Tawa itu membuatnya semakin cantik. 


Setelah Adam memarkirkan mobilnya, Desi bergegas membuka pintu mobil untuk turun, tapi tangan Adam memegang pundaknya. Sontak Dessy mengurungkan niatnya dan berbalik memandang Adam.


"Sayang," panggil Adam seraya membelai pipi mulus Dessy. Perlahan2 Adam mendekatkan wajahnya hendak mengecup bibir merah itu.


Dessy hanya pasrah sembari menutup matanya menunggu kecupan itu sampai dibibirnya. Desah nafas Adam terasa hangat diwajahnya. Kecupan itu begitu lama melumat bibir dan mempermainkan lidahnya.


Dengan tersengal2 Dessy mendorong Adam yang nampak seperti orang kesetanan. "Sorry," kata Adam kemudian membenarkan posisi duduknya. "Ayo," kata Adam lagi kemudian turun dari mobil.


Setelah selesai makan, merekapun segera pergi. Selama diperjalanan, Adam dan Dessy banyak diam, hanya sesekali terdengar Adam bersiul.


"Sayang, maaf ya yang tadi kalau kamu gak suka," kata Adam membuka pembicaraan.


Desi hanya menoleh tanpa menjawab, dia tersenyum memandang Adam yang fokus menyetir. "Gak papa kok, aku maklum," jawab Dessy kemudian.


"Jadi kamu gak marah?" Tanya Adam sambil memandang kearah Dessy.


"Enggak," jawab Dessy sambil tersenyum.


Adam nampak bahagia mendengar jawaban Dessy, sepertinya lampu hijau mulai menyala. Cewek mana coba yang menolak diperlakukan spesial oleh cowok ganteng dan tajir kayak Adam??


"Aku langsung pulang ya sayang," kata Adam begitu sudah sampai didepan rumah Dessy.


"Oke, makasih ya Dam," jawab Dessy. Tatap matanya menyimpan sesuatu, sesuatu yang cowok model Adam pasti tau.


Adam pindah duduk dari belakang stir kesamping Dessy. Tangannya membelai wajah cantik gadis itu hingga keleher. Dessy nampak begitu menikmatinya.

Kecupan Adam menyusul bertubi2 kebibir dan leher Dessy.


Desahan Dessy membuat Adam makin beringas. Tangannya mulai turun kedada gadis itu, bermain disitu. Bibirnya pun mulai berpindah kedada yang sintal itu.


"Sayang," desah manja Dessy sembari meremas2 rambut Adam. Lama Adam tenggelam disitu, dia begitu menikmatinya. 


"Bukk" tiba2 ada sesuatu yang jatuh diatas mobil Adam. Sontak Adam menghentikan aksinya. Buru2 Dessy mengancingkan kemejanya yang terbuka semua.

Adam turun dari mobil untuk melihat, namun tidak ada apa2.


Next...part #7